Descriptive quantitative analysis of work environment improvement through 5S method, highlighting efficiency and organization.
A clean and well-organized work environment is an essential factor in supporting smooth production processes and fostering a disciplined work culture. The work environment at CV Svggest Semesta has not yet applied the 5S concept, as seen from improperly placed machines, scattered waste, poor cleanliness, lack of proper storage facilities, and difficulties in moving and identifying items. This study aims to analyze the condition of the work environment and propose improvements through the implementation of the 5S concept (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke) at CV. Svggest Semesta, a garment manufacturing company facing issues related to organization and work efficiency. This research employs a descriptive quantitative method with a direct observation approach and the use of a 5S checklist to evaluate existing conditions. The evaluation results show that the implementation of 5S in the company is still low, with an achievement level of only 20%. Based on these findings, improvement proposals were developed, including item sorting using red tags, workspace reorganization with storage racks and trolleys, routine cleaning programs, visual standardization, and habit-forming practices through evaluations and rewards. The application of the 5S concept is expected to enhance overall efficiency, comfort, and employee productivity. Abstrak. Lingkungan kerja yang tertib dan bersih merupakan faktor penting dalam mendukung kelancaran proses produksi serta menciptakan budaya kerja yang disiplin. Kondisi lingkungan kerja di CV Svggest Semesta belum menerapkan konsep 5S, terlihat dari penempatan mesin sembarangan, limbah berserakan, kebersihan kurang terjaga, tidak adanya fasilitas penyimpanan yang memadai, serta perpindahan dan identifikasi barang yang sulit.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi lingkungan kerja dan mengusulkan perbaikan melalui penerapan konsep 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke) di CV. Svggest Semesta, sebuah perusahaan konveksi yang mengalami permasalahan dalam hal keteraturan dan efisiensi kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi langsung dan pengisian checklist 5S untuk mengevaluasi kondisi eksisting. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi 5S di perusahaan masih rendah, dengan pencapaian hanya sebesar 20%. Berdasarkan hasil tersebut, disusun usulan perbaikan berupa pemilahan barang menggunakan red tag, penataan ulang dengan rak penyimpanan dan rak dorong, program pembersihan rutin, standarisasi visual, serta pembiasaan budaya kerja melalui evaluasi dan penghargaan. Penerapan konsep 5S ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan produktivitas kerja karyawan secara menyeluruh.
No takes yet. Share an insight, caveat, or question.
Hidayat et al. (2025) studied this question.
Synapse has enriched 5 closely related papers on similar clinical questions. Consider them for comparative context: